Isu SARA Suburkan Radikalisme dan Terorisme

Deskripsi

Islam yang sudah menjadi komoditas politik benar-benar kehilangan karakter ketuhanan dan kenabiannya. Ia bukan lagi Islam Muhammadi, atau Islam yang diajarkan baginda Rasul saw dan sepanjang sejarah menyatukan umat dari pelbagai latar belakang. Ia hanya tinggal nama sementara isinya hanya kepentingan politik kekuasaan yang dikategorikan Imam Khomeini qs sebagai politik setan.

Kekuatiran ini pernah dilontarkan direktur Indonesia Institute for Society Empowerment, yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Syafii Mufid. Dalam satu kesempatan, ia menegaskan, eksploitasi agama dalam bingkai kepentingan politik menggiring terciptanya sentimen SARA yang berujung kebencian, kekerasan, bahkan radikalisme dan terorisme yang berpotensi besar memecah belah persatuan bangsa.

🌐 maula.tv
👤 fb.com/maulatv
💬 twitter.com/maulatv
📱 telegram.me/maulatv
📸 instagram.com/maulatv
🎬 vidio.com/@maulatv

Bagikan:
%d bloggers like this: